Kamis, 15 Oktober 2015

Kaos Polos Murah

ASSA Produksi menyediakan kaos polos dengan V-neck dan O-neck. Kami menyediakan berbagai ukuran dan warna dengan bahan combad 30s. Harga 45ribu saja per buah (minimal 6 buah).
Tersedia juga kaos polos bahan combad 24s, 20s, cardet, lacost, poloshirt, dll.
Untuk pemesanan silakan hubungi 085221272791 (sms/WA), dan BBM 2AE75D02

Trimakasih.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Ragam Warna, Ragam Daerah


ASSA Produksi menerima orderan dari semua daerah di Indonesia. Kita dapat membuat kaos, kemeja, poloshirt, jaket, jeans, tas, topi, dan berbagai jenis pakaian lainnya.
Bagi yang ingin konsultasi ataupun memesan, dapat hubungi nomor kami di blog ini.
Trims.

Selasa, 07 April 2015

Orderan April Terus Berdatangan

Pada awal April ini, ASSA Produksi kembali mendapat banyak pesanan baju, seragam, jaket, dll.
Orderan datang dari Sumba (NTT), Denpasar (Bali), Bengkulu, Bandung (Jabar), Pekanbaru (Riau), Magelang (Jateng), Jakarta, dan Tarutung (Sumut).

Bagi rekan-rekan yang ingin memesan ataupun konsultasi tentang pembuatan baju dan sejenisnya, dapat hubungi HP/WA; 085221272791 atau BBM: 7D79A25F.

Kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk Anda.

Terimakasih.

Salam,
ASSA Produksi

Orderan Jaket Bolak-Balik Huawei

Jaket Huawei Medan telah selesai dan siap kirim.
Jaket berbahan Taslan dan Adidas Polyester ini bisa digunakan untuk kegiatan formal, semi formal, ataupun santai.
Bagi yang ingin konsultasi, dapat menghubungi ke kontak kami.
Terimakasih.




Senin, 23 Maret 2015

Kaos Polo Selesai

Kaos berkerah (polo) RBS telah selesai dan siap kirim ke pelanggan di Tegal.


Bagi teman2 yg ingin membuat kaos, kemeja, jaket, topi, dan lainnya untuk keperluan kantor, kampus, partai, keluarga dan lainnya, dapat hubungi BBM: 7D79A25F WA/Ponsel: 085221272791.

Senin, 16 Maret 2015

Order Jaket Terbaru

  
Desain Jaket Bolak-Balik Huawei sudah turun cetak.
Bagi rekan-rekan yang ingin memesan ataupun konsultasi tentang pembuatan baju dan sejenisnya, dapat hubungi HP/WA: 085221272791 atau BBM: 7D79A25F.

Minggu, 08 Maret 2015

Pesanan Maret Terus Datanggg

Di awal Maret ini, Pusat Konveksi Indonesia kembali mendapat banyak pesanan baju, baik dari pelanggan setia maupun baru.
Orderan datang dari Batam, Tegal, Medan, Jakarta, dan Nias.

Bagi rekan-rekan yang ingin memesan ataupun konsultasi tentang pembuatan baju dan sejenisnya, dapat hubungi HP/WA; 085221272791 atau BBM: 7D79A25F.

Kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk Anda.

Terimakasih.

Salam,
ASSA Produksi

Jumat, 27 Februari 2015

Kenali Kain Anda

A. Jenis Kain Berdasarkan Bahan Baku

a. Animal Textiles (bahan baku dari binatang)
Berasal dari rambut atau bulu dan serat kulit binatang. Contohnya kain wool dan kain sutera. Kain wool umumnya berasal dari bulu domba namun bisa juga dari bulu ilama, unta dan alpaca. Kain ini berharga mahal dan semakin sering dicuci akan semakin halus tetapi namun menggunakan detergen khusus seperti shampo. Kain wool berat dan tebal sehingga cocok untuk daerah sejuk hingga dingin. Biasanya kain wool dijadikan jaket, mantel, selimut, dan jubah tradisional. Kain sutera berasal dari serat kepompong ulat sutera. Kain sutera sangat halus dan berkilau sehingga terlihat mewah, dan berharga mahal. Biasanya digunakan untuk menjadi aneka busana kelas atas.

b. Plant Textiles (bahan baku dari tumbuhan)
Berasal dari akar, kulit pohon, daun, dan buah tumbuhan. Contoh tumbuhan yang biasa diolah menjadi kain yaitu kapas, kapuk, rami, pandan, bambu, kelapa, pisang, nanas, dan aneka rumput – rumputan. Kain yang berasal dari kapas disebut katun ( cotton ). Selain katun, kain mori dan drill juga berasal dari serat kapas yang ditenun, dari serat nanas disebut pina, dari serat pohon linen disebut linen, dll.
Untuk kain yang berbahan dasar cotton atau kapas dibagi menjadi dua:
1. Cotton combed
• Serat benang lebih halus.
• Hasil rajutan dan penampilan lebih rata.
2. Cotton carded
• Serat benang kurang halus.
• Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Karakteristik dari cotton combed ataupun carded adalah:
·         Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
·         Mudah kusut
·         Mudah menyerap keringat
·         Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
·         Rentan terhadap jamur
·         Apabila dibakar baunya seperti kertas terbakar, hasil pembakarannya akan menjadi abu dan jalannya api lambat.

c. Mineral Textiles (bahan baku dari bahan tambang)
Berasal dari bahan tambang seperti asbes, basalt, besi, perak, serat gelas, dan emas. Umumnya saat diolah menjadi kain dibentuk dulu menjadi serat atau lembaran. Tujuan penggunaan bahan tambang sebagai kain karena alasan khusus seperti kekuatan dan kemewahan. Kain dari asbes dinamakan vinyl.

d. Synthetic Textiles (bahan baku dari bahan buatan / kimia / sintetis)
1. Aramid
Aramid banyak digunakan untuk baju pemadam kebakaran, pembalap mobil dan motor. Aramid termasuk jenis nylon seperti Nomex, Kevlar dan Tawron adalah bahan yang sangat tahan api, tahan suhu tinggi, terbakar pada suhu 53oC.
2. Acrylic
Acrylic dikenal dengan nama dagang Acrilian, Cashmilon, Orlon, Vonnel, Wolacryl, dan lainnya. Sedangkan modakrilat nama dagang Acrilan, Courtelle, Cresian, Dynel, Orlon, Redon dan lainnya.
Secara umum sifatnya mirip dengan wol. Kain dan garmen dari acrylic mempunyai pegangan yang lembut, rua (bulky) ringan dan juga isolator panas yang dapat menahan panas tubuh namun tidak membuat gatal di kulit. Kekurangan dari bahan ini adalah kenyamanan dalam pemakaian. Kelebihannya adalah walaupun seratnya tidak mampu menyerap air namun berasa lembab bila digunakan dan acrylic bersifat lebih cepat kering dibandingkan dengan serat sintetik lainnya.
Pencuciannya dapat digunakan dengan sabun biasa dan tahan terhadap pencucian kimia dry cleaning dan pelarut organic lainnya. Acrylic sangat peka terhadap panas karena menyebabkan bahan terdistorsi, oleh karena itu penyetrikaan hanya dilakukan dengan setrika hangat.
3. CDP
Singkatan dari cationic dyeable polyester, yaitu jenis serat sintetik yang merupakan modifikasi dari serat polyester sehingga dapat dicelup dengan zat warna basa dan zat warna disperse.
4. Polyester
Dikenal dengan nama dagang Terylene, Dacron, Trivera, Tetoron. Kekuatan, elastisitas yang baik dari serat polyester menghasilkan kain yang mempunyai ketahanan yang baik terhadap lekukan atau kekusutan sehingga tidak memerlukan penyetrikaan panas. Kekurangan dari kain polyester adalah daya serap lembabnya rendah dan kekakuan yang tinggi sehingga kenyamanan berkurang.
Pewarnaan polyester dilakukan dengan menggunakan zar warna disperse yang kaya warna dan mempunyai ketahanan luntur warna yang sangat baik terhadap pencucian, gosokan dan sinar.
Kain polyester tahan terhadap pelarut organic dan pencucian kimia / dry cleaning, serta mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap bakteri dan jamur.
5. Polymide /Nylon
Dikenal juga sebagai perlon, caprolan dan amilan, trilobal atau antron, rislan, nomex dan lainnya. Pada umumnya serat sintetik ini merupakan isolator yang baik dan dapat menimbulkan sifat listrik static. Sifat kekuatan dan elastisitas serta ketahanan sangat baik, tahanan terhadap serangan jamur, bakteri dan serangga.
Kekurangan dari kain nilon adalah daya serap lembab yang rendah. Nilon dapat dicuci dengan sabun alkali dan tahan terhadap pencucian kimia / dry cleaning. Bahan nilon tidak tahan panas tinggi, pada suhu setrika 180oC nilon mulai lengket dan rusak pada suhu 230oC dan meleleh pada suhu 250oC.
Nylon dapat dicelup dengan zat warna asam dan kompleks logam, terhadap zat warna lain seperti basa,direk, belerang, tetapi ketahanan cuci dan sinar jelek.
6. Spandex
Lebih dikenal dengan nama Lycra yang merupakan trade mark dari Du Pont. Mempunyai sifat elastisitas yang tinggi, kuat dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Spandex adalah jenis serat sintetis yang terkenal memiliki elastisitas lebih baik dari rubber. Kain spandex bisa mencapai tingkat elastisitas dengan tarikan sampai 500%.

e. Serat Semi Sintetis
1. Modal
Modal atau polynosic dikenal dengan nama Avril, Hightel, Vincel, Zantrel dan lainnya adalah selulosa yang diregenerasi, sejenis rayon viskosa dengan derajat polimerisasi yang lebih tinggi dan memiliki struktur mikro fibril dengan panjang rantai molekul dua kali lipat dari rayon, kekuatan lebih tinggi tetapi mulur serta moisture regain lebih rendah.
Modal dpat dicuci dengan sabun atau detergen dan pelarut organic dan pencucian kimia / dry-cleaning dan disetrika dengan suhu sedang, dengan pemanasan seperti ni kekusutan dapat dihilangkan, adanya uap dalam penyetrikaan memudahkan kain untuk menjadi licin dan terlihat berkilau
2. Rayon Viscosa
Rayon viscose adalah serat semi sintetik yang bahan bakunya dari alam yaitu kayu yang mempunyai kadar selulosa tinggi, sehingga mempunyai kenyamanan dala pemakaian yang sangat baik pada berbagai kondisi
3. Rayon Acetat
Termasuk dalam serat semi sintetik yang mempunyai elastisitas yang baik, namun tidak cukup untuk memberikan ketahanan kusut yang baik. Rayon asetat adalah konduktor panas yag buruk tetapi merupakan isolator panas yang baik oleh karena itu bahan ini banyak digunakan sebagai kain pelapis
Pencucian dapat dilakukan dengan sabu alkali dan dengan pencucian kimia / dry cleaning. Penyetrikaan kain asetat dilakukan dengan menggunakan setrika hangat dan tidak langsung. Rayon asetat tahan terhadap mikroorganisme dan serangga tetapi tidak tahan terhadap jamur terutama pada kondisi yang lembab

f. Blending / Campuran Serat
Seringkali untuk memperoleh harga yang lebih murah dan kekuatan dari bahan kain tersebut maka dilakukan blending / campuran serat misalnya T/C 65/35 ( campuran polyester cotton), T/R 65/35 (campuran polyester rayon), CVC ( campuran polyester cotton 50/50), cotton / lycra (97/3) dll
1. TC (Teterton Cotton ) / Polyester – Cotton
Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. TC biasanya di buat untuk sprei, hem, celana.
Karakteristik: Lebih tahan ‘shrinkage’ (tidak susut dan melar) meskipun sudah dicuci berulang-ulang dan apabila dibakar akan menghasilkan abu dan arang, untuk pengujian detailnya harus dengan bahan kimia tertentu.

2. CVC ( Cotton Viscose)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
3. Denim
Denim adalah bahan dari pdoduk yang sring kita sebut jeans. Denim sendiri awalnya merupakan campuran dari bahan wool, silky dan cotton.

B. Jenis Kain Berdasarkan Pembuatannya
a. Woven/Weaving/Tenun
Kain yang dibuat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara ditenun. Bahan woven cirinya tidak dapat ditarik dan sering disebut kain tenun.
b. Knit/Rajut
Kain yang dibuat dari jeratan – jeratan benang, sering disebut kain rajut. Cirinya kain ini elastis dan dapat ditarik. Contoh kain rajut : single jersey, rib, jersey, interlock, tricot dll.


Dari berbagai sumber

Senin, 23 Februari 2015

Jaket Varsity

Bagi teman-teman yang ingin membuat jaket varsity dan bingung desainnya, bisa melihat beberapa contoh desain jaket varsity.




Bagi yang berminat untuk membuat jaket varsity, dapat menghubungi kita via:
HP 085221272791 / 085624147202
PIN 2AE75D02

Selamat Datang Para Pelanggan

Produksi Seragam Manado merupakan solusi bagi anda yang ingin membuat kaos, polo shirt, jaket, kemeja, dll, dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik.

Kami berlokasi di Bandung dan telah melayani pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Dumai, Pontianak, Jakarta, Palu, Manado, Kupang, dan kota-kota lainnya. Kami akan mengupayakan pelayanan terbaik untuk Anda.

Silahkan menghubungi kami via
email: assaproduksi@gmail.com;
Pin BB: 7D79A25F
WA/SMS/TELP: 085221272791 / 085624147202